Adolescent and Young Adults, Women's Mental Health (Depression, Anxiety, Sexual Trauma), Emotion Regulation, Personality Disorder, Neurodiversity in Adults
Kezia adalah Psikolog Klinis yang berspesialisasi dalam perempuan dan dewasa muda.
Spesialisasinya berfokus pada berbagai masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan, termasuk:
- Gangguan mood dan emosional (misalnya depresi, perubahan mood yang drastis, emosi yang intens)
- Kondisi kecemasan dan stres
- Pemulihan trauma
Kezia memiliki gelar B.A. dalam Psikologi & Komunikasi dari Newcastle University, dan meraih gelar Master dalam Psikologi Klinis dengan predikat summa cum laude dari Universitas Indonesia.
Di luar ruang terapi, Kezia menikmati memasak, menulis, dan mengisi rumahnya dengan aroma roti pisang yang baru dipanggang.
Bernadette Cindy Leo, M.Psi., Psikolog
Masalah perkembangan dan pendidikan anak & remaja, pola asuh orangtua, pendidikan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus, emotion coaching orangtua.
Cindy adalah Psikolog Pendidikan lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dengan minat mendalam pada perkembangan anak dan remaja. Ia banyak menangani berbagai isu seperti hubungan anak dengan orang tua, kesiapan sekolah, minat dan bakat, masalah fokus dan konsentrasi, motivasi belajar, serta kesulitan belajar.
Selain itu, Cindy memiliki perhatian khusus pada pendidikan anak berkebutuhan khusus, termasuk penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang dapat berkembang optimal dengan dukungan lingkungan yang tepat—baik dari pola asuh, metode pengajaran, maupun sistem pendidikan yang inklusif.
Felita Oktaviani, M. Psi., Psikolog
Psikolog Klinis Umum, Kecemasan, Depresi, Trauma, Masalah Perkembangan Anak dan Remaja, Regulasi Emosi Anak dan Remaja
Felita adalah Psikolog Klinis Umum (Anak dan Dewasa) lulusan Universitas Tarumanagara. Ia memiliki pengalaman dalam menangani berbagai permasalahan psikologis pada anak, remaja, dan dewasa, termasuk kecemasan, depresi, trauma, serta tantangan perkembangan, perilaku, dan emosi.
Dalam proses terapi, Felita mengombinasikan pendekatan Kognitif-Perilaku (CBT), modifikasi perilaku (Be-Mod), dan terapi humanistik untuk menyesuaikan intervensi dengan kebutuhan klien. Selain berpraktik di klinik, Felita juga aktif sebagai pengajar dan narasumber dalam berbagai kegiatan edukasi terkait kesehatan mental.
Cindi Nabilla Maharani, M.Psi., Psikolog
Masalah perkembangan, masalah emosi dan relasi pada anak & remaja, pengembangan diri remaja, parenting, dan manajemen stress.
Cindi adalah Psikolog Klinis Anak dan Remaja lulusan Universitas Indonesia. Cindi memiliki ketertarikan dan pengalaman dalam menangani permasalahan psikologis yang dialami anak dan remaja, meliputi masalah perkembangan, perilaku, emosi (seperti kecemasan, trauma, depresi, dan regulasi emosi), serta relasi mereka dengan sekitarnya (teman dan orang tua). Meksipun terdapat hambatan yang dialami, Cindi percaya bahwa setiap anak lahir dengan keunikan dan potensi yang dapat diasah untuk mengoptimalkan perkembangannya.
Sebagai upaya membantu anak, remaja serta orang tua dalam menghadapi hambatan tersebut, Cindi memfasilitasinya dengan aktif memberikan konseling dan psikoterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan klien. Dalam praktiknya, pendekatan yang biasa digunakan oleh Cindi meliputi Behavioral Modification, Cognitive Behavior Therapy, dan Mindfulness. Selain itu untuk meluaskan jangkauan pemberian pelayanan psikologis, Cindi juga aktif mengikuti sertifikasi Bahasa Isyarat untuk membantu klien dengan keterbatasan pendengaran."
Linda Maysha, M.Psi., Psikolog
Perkembangan Anak & Remaja, Parenting, Brainspotting Therapy
Linda Maysha, M.Psi., Psikolog, adalah seorang psikolog lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang memiliki pengalaman dalam mendampingi anak dan remaja. Fokusnya mencakup perkembangan anak dan remaja, pemrosesan sensorik, proses belajar, pola asuh, serta pemulihan trauma. Untuk menunjang praktiknya, Linda mendalami Brainspotting Therapy dan Rhythmic Movement Therapy, dua pendekatan yang berfokus pada penyembuhan melalui pemrosesan otak dan gerakan tubuh. Selain aktif di klinik, Linda juga berperan sebagai pembicara dan dosen, berbagi wawasan mengenai kesehatan mental dan perkembangan anak di berbagai kesempatan.
Catharina Sri Indah Gunarti, M.Psi., Psikolog
Toleransi Stress, Relaksasi, Kelekatan / Attachment, Kesehatan Mental Di Tempat Kerja, Cemas
Indah adalah seorang Psikolog Klinis Dewasa dengan pengalaman delapan tahun dalam praktik di klinik perusahaan. Sepanjang kariernya, ia telah mendampingi banyak individu dalam menghadapi berbagai tantangan psikologis, mulai dari stres kerja—termasuk dinamika dengan rekan dan lingkungan kerja—hingga isu karier, hubungan romantis, trauma, kecemasan, depresi, serta psikosomatis.
Selain itu, Indah juga berpengalaman dalam mendukung klien yang menghadapi penyakit kritis, membantu mereka menemukan ketahanan diri di tengah kondisi sulit. Dengan pendekatan yang empatik dan berbasis ilmiah, ia berkomitmen untuk membantu individu memahami diri mereka lebih dalam serta menemukan keseimbangan dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.
Lidia Wati, M.Psi., Psikolog
Strong Test Inventory, Keluarga, Masa Muda / Anak Muda
Lidia adalah seorang Psikolog dengan spesialisasi dalam bidang Pendidikan. Ia memiliki pengalaman dalam menangani kasus-kasus terkait potensi belajar, minat dan bakat untuk pemilihan jurusan, pengembangan karir, serta kesulitan belajar.
Selain itu, Lidia juga menangani permasalahan terkait dinamika hubungan keluarga, membantu individu dalam memahami dan memperbaiki hubungan dengan orang terdekat mereka.
Nike adalah Terapis Okupasi berpengalaman lulusan Universitas Indonesia, dilengkapi dengan
pengalaman lebih dari 5 tahun dalam memberikan program terapi yang efektif untuk anak-anak
berkebutuhan khusus, terutama dalam masalah perkembangan integrasi sensorik. Pengalamannya
dalam berkolaborasi dengan psikolog dan guru menghasilkan konsultasi yang efektif dan personal,
rencana terapi dan tujuan untuk setiap anak. Dengan keahlian yang luas di bidang sensori integrasi,
dia membantu anak-anak meningkatkan keterampilan sensorik, motorik, kontrol postural, dan sosio-
emosional mereka untuk mendukung kemandirian mereka. Ia percaya bahwa setiap anak lahir dengan
keunikannya masing-masing, bukan keterbatasan, oleh karena itu dengan minat dan keahliannya yang
kuat dalam tumbuh kembang anak ia mengharapkan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan
orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk berhasil memberikan program terapi pada setiap anak.
Selain itu, Nike juga berpengalaman dalam memberikan program terapi rehabilitasi medis untuk
pasien dewasa dan lanjut usia, khususnya untuk pasien gangguan kognitif dan fisik pasca stroke
melalui kerjasamanya dengan dokter spesialis rehabilitasi medis di salah satu rumah sakit terkemuka
di Indonesia.
Rahma Paramita, M.Psi.
Masalah Hubungan, Emosi, Masalah Kepribadian atau Klinis lainnya, EMDR
Psikolog Anak dan Keluarga & Praktisi Theraplay yang memiliki minat & pengalaman di dunia pendidikan. Ia mengambil 2 master yaitu magister profesi Psikologi Anak dari Universitas Indonesia pada tahun 2004 dan magister Manajemen Bisnis dari Prasetya Mulya pada tahun 2014. Mita aktif bekerja dan berkontribusi selama lebih dari 10 tahun dalam bidang Pendidikan dan Kurikulum untuk Anak dan Remaja. Pada tahun 2014 ia mulai mengambil Theraplay sebagai spesialisasinya dan saat ini sedang mengerjakan sertifikasi penuh sebagai Theraplay Therapist dari The Theraplay Institute, Chicago. Bersama dengan teman-temannya, ia mendirikan PION Clinician dan Theraplay Indonesia.
Katarina Ira Puspita, M.Psi., Psikolog
CBT, Social Skill Training, Keluarga, Cemas Pada Anak & Remaja
Katarina Ira Puspita, M. Psi., Psikolog atau biasa dipanggil Karin adalah Psikolog Anak dan Remaja yang berpraktik di PION Clinician dan Klinik Pela 9 Jakarta Selatan. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Indonesia dan memiliki ketertarikan pada Cognitive Behavior Therapy sejak duduk di bangku kuliah.
Karin menangani klien anak atapun remaja dengan berbagai keluhan seperti kesulitan belajar, sulit konsentrasi, gangguan perkembangan, masalah kecemasan, kurang percaya diri dan hambatan dalam interaksi sosial. Saat ini selain berpraktek sebagai psikolog, ia merupakan dosen pengajar di Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara dan juga psikolog pendamping untuk beberapa ajang pencarian bakat untuk anak dan remaja di televisi.
Yuanita Zandy Putri, M.Psi., Psikolog
Cemas, Pra-nikah, Psikoterapi Klinis, Masalah Remaja dan Dewasa
Bagi Yuanita Zandy, ruang konseling adalah tempat di mana ia tidak hanya mendampingi klien, tetapi juga terus belajar tentang kehidupan. Sejak menyelesaikan pendidikan magister profesinya, ia secara rutin memberikan layanan konseling dan telah menangani berbagai permasalahan yang dihadapi individu dewasa. Yuanita menggunakan beragam pendekatan terapi yang memungkinkan klien melihat diri mereka dari perspektif yang lebih sehat dan menemukan makna di balik setiap tantangan hidup. Baginya, setiap kesulitan memiliki pelajaran yang dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih sadar dan bermakna.
Patricia Yuannita T., M.Psi., Psikolog
Commuter Marriage / Pernikahan Jarak Jauh, Hubungan, Psikoterapi Klinis, Masalah Orang Dewasa
Patricia Yuannita T., M.Psi., Psikolog—atau yang lebih akrab disapa Yoan—adalah Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Indonesia. Dalam praktiknya, Yoan memiliki pengalaman mendampingi dewasa muda, mahasiswa, pasangan, serta individu yang menghadapi berbagai tantangan dalam hubungan dan pernikahan. Ia kerap menangani kasus stres, kecemasan, depresi, trauma, serta berbagai permasalahan kesehatan mental klinis lainnya. Dengan pendekatan psikoterapi eklektik, Yoan menyesuaikan intervensinya berdasarkan kebutuhan unik setiap klien. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki kekuatan dalam dirinya, dan melalui proses terapi, ia berupaya membantu klien menemukan potensi mereka untuk tumbuh dan berdaya.
Sarahsita adalah Psikolog Klinis Dewasa yang memperoleh gelar profesionalnya dari Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia. Ia spesialis dalam trauma, pengalaman psikologis anak dewasa dalam dinamika keluarga, regulasi emosi, isu terkait gender, kecanduan, dan masalah kesehatan mental dewasa seperti stres dan kesulitan penyesuaian.
Pendekatan terapinya menggabungkan metode berbasis bukti, termasuk EMDR, Motivational Interviewing, dan DBT, memungkinkan dia merancang intervensi yang disesuaikan untuk meningkatkan ketahanan dan mendukung klien melalui transisi hidup yang kompleks. Ia terutama bekerja dengan remaja akhir dan dewasa, dengan fokus klinis pada kepribadian, pengembangan diri, dan kesejahteraan emosional.
Selain praktik klinisnya, Sarah terlibat dalam pusat rehabilitasi rawat jalan untuk penyalahgunaan zat, mengajar paruh waktu di Departemen Psikologi, dan bertindak sebagai penilai asosiasi di firma konsultasi SDM di Jakarta.
Isabella Sasqia Mulya, M.Psi., Psikolog
Hubungan Interpersonal, Seksualitas & Gender, Karir & Akademis, Kecemasan, dan Depresi
Isabella adalah Psikolog Klinis Dewasa yang memperoleh gelar sarjana dan profesinya dari Universitas Indonesia.
Isabella memiliki pengalaman dan ketertarikan dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan relasi interpersonal seperti hubungan romantis, hubungan dengan keluarga, dan hubungan dengan lingkungan sosial; isu Seksualitas dan Gender seperti orientasi seksual, kecemasan seksual, dll; Isu perkembangan Karir dan Akademis seperti stres dalam lingkungan kerja, perencanaan karir, dll; maupun masalah kecemasan dan depresi. Dalam praktik membantu klien, Isabella banyak menggunakan prinsip-prinsip konseling menggunakan pendekatan Acceptance Commitment Therapy, Cognitive Behavior Therapy, Motivational Interviewing, dan Client Centered.
Selain aktif sebagai psikolog, saat ini Isabella juga aktif sebagai konsultan di bidang human resource untuk membantu praktisi HR dalam mengelola sumber daya manusia.
Klarinthia Ratri (Intha) adalah seorang psikolog klinis dewasa dengan semangat dan minat yang mendalam dalam bidang hubungan romantis dan isu gender. Intha merupakan salah satu lulusan terbaik dengan predikat cumlaude dari Universitas Indonesia. Selama masa pendidikannya, Intha telah menjadi relawan dan berkontribusi pada beberapa biro layanan kesehatan mental dan saluran YouTube yang berfokus pada topik relasi dengan pasangan. Saat ini, Intha berpraktik dengan berfokus pada relasi keluarga, pasangan, dan pengalaman trauma. Intha memiliki modalitas intervensi dengan penerapan terapi kognitif-perilaku (CBT), terapi penerimaan dan komitmen (ACT), dan saat ini sedang mendalami terapi pasangan dengan pendekatan Gottman. Intha percaya bahwa setiap individu memiliki nilai dan prinsip yang berfungsi sebagai kompas dalam hidupnya. Dengan demikian, ia berdedikasi untuk membantu dan mendampingi klien dalam perjalanan memahami diri, bergerak menuju nilai yang dipegang, serta mengimplementasikannya dalam setiap langkah hidup mereka.
Astrid Wen adalah seorang Psikolog Anak dan Keluarga yang spesialisasinya melakukan Theraplay. Ia diundang International Theraplay Conference di Chicago, 2016 untuk mempresentasikan "Theraplay Development in Indonesia" dan mendapatkan julukan "Mother of Theraplay Indonesia" dari Tabloid Nakita.
Bersama dengan berbagai ahli terapi bermain di Asia, ia menjadi penulis kontributor untuk chapter "Play Therapy in Indonesia" yang berisikan tentang sejarah perkembangan Theraplay dan Play Therapy di Indonesia pada buku "Play Therapy in Asia", The Chinese University Press, Hongkong, 2017.
Astrid memiliki pengalaman dalam membantu anak-anak dan keluarga dengan masalah emosi, sejarah kekerasan, dan masalah relasi dengan orang-orang yang mereka cintai. Minat Astrid ada pada Theraplay, Hubungan/Relasi, Cinta, Bermain, Perkembangan Anak dan Keluarga. Selain praktek, ia juga memberikan konsultasi dalam pendidikan, mengembangkan konten dan program kreatif, dan mengajar / berbagi keilmuannya. Bersama teman-teman koleganya, ia membangun Theraplay Indonesia dan PION Clinician. Astrid senang belajar, mengajar, jalan-jalan, dan minum kopi.
Khansa Arma, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tata, adalah seorang Psikolog Klinis lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Baginya, setiap langkah dalam hidup, sekecil apa pun, layak untuk dihargai—termasuk keberanian untuk menghadapi tantangan pribadi sebagai bagian dari proses tumbuh dan berkembang. Tata memiliki ketertarikan mendalam pada isu-isu emosional, dinamika keluarga, hubungan interpersonal, seksualitas dan gender, serta pengembangan diri. Dalam mendampingi klien, ia mengutamakan kenyamanan dan rasa aman dengan pendekatan humanistik yang berpusat pada individu. Selain praktik klinis, Tata juga aktif berbagi wawasan di berbagai komunitas dan gerakan sosial, terutama dalam bidang kesehatan mental.
Rahmi adalah seorang Terapis Okupasi Anak, lulusan Universitas Indonesia. Pengalaman profesional
dalam menangani berbagai klien seperti anak berkebutuhan khusus dengan ketidakmampuan Belajar,
Gangguan perkembangan (Gangguan spektrum autisme, Down Syndrom, Celebral Palsy, ADHD),
Gangguan Pemrosesan Sensori, Masalah Makan, Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik,
kognitif, sosial, dan emosional . Tujuan utamanya adalah untuk mendukung reintegrasi individu dalam
keterampilan hidup sehari-hari serta untuk meningkatkan kemandirian mereka. Intervensinya terutama
berfokus pada perawatan diri, produktivitas, dan aktivitas waktu luang.
Dia memiliki beberapa pendekatan dan intervensi dalam melakukan terapi tergantung pada masalah
anak-anak, beberapa terapi yang mampu dilakukan adalah terapi sensori integrasi, DIR Floortime, Terapi
makan, Metode Hand Writing Without Tears, dimana terapi ini fokus untuk stimulasi anak dalam
kemampuan motorik halus, pra menulis dan menulis, iLs (Integrated Hearing System) intervensi ini
untuk meningkatkan fungsi otak dan tubuh dengan menggabungkan musik, gerakan, dan bahasa yaitu
dengan terapi SSP (Safe and Sound Protocol) & terapi Focus System.
Selain aktif berpraktik sebagai okupasi terapis Anak di Klinik PION, ia juga berpraktik di Klinik Brawijaya,
Rainbow Castel dan memiliki layanan home care untuk anak yang membutuhkan terapi secara private di
rumah, serta memiliki platform di media sosial instagram bernama @mainan.sero untuk membantu dan
memfasilitasi para orang tua dengan menyediakan jasa sewa media terapi dan mainan edukatif untuk
merangsang tumbuh kembang anak.
Seruni Trie Lyca, M. Psi., Psikolog
Pendampingan Anak dan Remaja, Isu Emosi Pada Anak dan Remaja, Isu Belajar Anak, Permasalahan Remaja Klinis, Edukasi Orangtua, Skrining Tumbuh Kembang
Seruni adalah Psikolog Klinis yang berfokus pada kesehatan mental anak dan remaja, dengan minat khusus pada asesmen perkembangan, skrining dini, regulasi emosi–perilaku, serta fungsi sosial. Ia menamatkan pendidikan Magister Profesi Psikologi Klinis di Universitas Gadjah Mada dan memperoleh gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Diponegoro. Kegiatan praktiknya berpusat pada pelaksanaan asesmen anak dan skrining perkembangan untuk memahami kebutuhan kognitif, emosional, perilaku, perkembangan, dan sosial anak.
Seruni memberikan intervensi psikologis secara integratif menggunakan Applied Behavior Analysis (ABA), Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Behavioral Therapy (BT), Client-Centered Therapy, Transpersonal Regression Therapy, serta pendekatan psikodinamik—yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak dan remaja. Ia bekerja erat dengan orang tua, guru, dan terapis untuk memastikan dukungan yang konsisten di rumah maupun di sekolah, dengan penekanan kuat pada psikoedukasi orang tua—membantu keluarga memahami profil anak serta menerjemahkan hasil asesmen menjadi langkah-langkah praktis dan realistis.
Seruni meyakini bahwa dukungan psikologis yang efektif tidak hanya berfokus pada kesulitan yang dihadapi, tetapi juga pada pengenalan, penguatan, dan pemanfaatan keunikan, potensi, dan kekuatan setiap anak sebagai bagian dari proses intervensi, guna mendukung perkembangan jangka panjang dan kesejahteraan mereka.
Shabrina Audinia, M. Psi., Psikolog
Relasi dengan Keluarga, Hubungan Interpersonal, Kecemasan, Depresi, Self-harm, Kedukaan, Isu Pernikahan, Isu Akademik
Shabrina merupakan Psikolog Klinis Dewasa yang memperoleh gelar sarjana dan profesinya di Universitas Indonesia dengan predikat cum laude. Shabrina berpengalaman menangani keluhan terkait isu keluarga, masalah hubungan, kecemasan, depresi, kedukaan, akademik, serta pekerjaan.
Di dalam sesi, Shabrina menggunakan pendekatan sesuai dengan basis ilmiah, seperti Acceptance Commitment Therapy (ACT), client centered, Motivational Interviewing, dan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Shabrina memiliki berbagai pengalaman kerja di berbagai industri, mulai dari konsultan HR, pendidikan, start-up, hingga pertambangan.
Selain praktik sebagai psikolog, Shabrina juga aktif memberikan psikoedukasi melalui seminar dan pelatihan, melakukan penelitian, serta melakukan gerakan pemberdayaan komunitas di bidang kesehatan mental.
Maria T. Puspaningsih, M.Psi., Psikolog
Relaprofilesi (keluarga, pernikahan, pasangan, pertemanan), Komunikasi Efektif & Asertif, Self-Development, Life Skills Development, Permasalahan Remaja dan Orang Dewasa, Dukungan Psikologis Awal, Psikoterapis Klinis
Puspa adalah seorang Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Kristen Maranatha. Dengan pendekatan berbasis psikologi dan pengalaman klinis yang luas, ia membantu klien mengeksplorasi pola pikir, emosi, dan perilaku mereka yang mempengaruhi kesejahteraan mental mereka.
Karyanya berfokus pada pemberdayaan individu untuk mengenali kekuatan mereka, meningkatkan hubungan interpersonal, dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang asertif namun penuh empati. Ia sering melakukan konseling, sesi pelatihan kehidupan, dan seminar yang mencakup topik-topik seperti dinamika hubungan, pertumbuhan pribadi, kesehatan mental, dan gangguan klinis seperti depresi dan kecemasan.
Puspa berkomitmen untuk menciptakan ruang yang aman bagi individu untuk merefleksikan pengalaman mereka, mendapatkan kesadaran diri yang lebih dalam, dan mengambil langkah konkret menuju perubahan positif.
Valerie Purnomo, M.Psi., Psikolog
Kecemasan, depresi, demotivasi, pemerimaan diri, pengembangan diri, dan regulasi emosi
Valerie adalah Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang memiliki ketertarikan dalam membantu individu menemukan makna dalam pengalaman hidup mereka. Ia percaya bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk berkembang dan memberikan arti pada perjalanan hidupnya.
Dalam praktiknya, Valerie menangani berbagai isu seperti kecemasan, depresi, kehilangan motivasi, penerimaan diri, pengembangan diri, serta regulasi emosi. Ia menggunakan pendekatan humanistik dan terapi kognitif-perilaku (CBT) untuk membantu klien memahami diri mereka lebih dalam dan menghadapi tantangan psikologis dengan lebih adaptif.
Dhuhita Karima, M.Psi., Psikolog
Masalah Orang Dewasa, Masalah Hubungan, Emosi dan Mood, Cemas, dan Pengembangan Diri
Sebagai seorang Psikolog Klinis Dewasa, Dhuhita Karima, atau yang akrab disapa Ima, memiliki latar belakang pendidikan di bidang Psikologi Klinis Dewasa dari Universitas Indonesia (S1) dan Universitas Padjadjaran (S2 Profesi). Dalam praktiknya, Ima mendampingi remaja dan orang dewasa dalam menghadapi berbagai tantangan psikologis, mulai dari stres, kecemasan, regulasi emosi, perubahan suasana hati, hingga dinamika hubungan sosial, pasangan, dan keluarga. Ia juga banyak membantu klien dalam pengembangan diri serta menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Dengan pendekatan berbasis intervensi klinis, Ima berupaya menciptakan ruang yang aman bagi klien untuk memahami, menghadapi, dan menemukan solusi atas permasalahan yang mereka alami.
Mandy Ramadhanty Khaerunissa, M.psi.,psikolog
Psikolog Klinis Dewasa, Psikolog Pasangan, Regulasi Emosi, Pengembangan Diri, Kecemasan
Mandy merupakan seorang psikolog klinis lulusan Universitas Tarumanagara. Mandy memiliki minat pada isu kecemasan yang dirasakan oleh individu dewasa serta pada masala hubungan pada pasangan. Mandy percaya pasangan merupakan fondasi dari kondisi mental yang lebih stabil pada generasi mendatang. Ketika pasangan menikah memiliki hubungan yang harmonis dan stabil (saling berempati, saling memiliki kemampuan komunikasi asertif serta kemampuan problem solving yang efektif) maka pasangan tersebut akan membesarkan anak yang lebih stabil dan bahagia secara mental. Dalam membantu klien, Mandy cenderung menggunakan pendekatan kognitif serta humanistik, Mandy meyakini klien dapat meningkatkan kualitas hidupnya ketika mendapatkan dukungan serta mampu mengidentifikasi alur dan inti dari permasalahan yang sedang mereka alami. Selain kegiatan di klinik, Mandy juga aktif memberikan psikoedukasi kepada masyarakat lewat platfrom sosial media, webinar dan juga seminar guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental.
Sarah adalah Psikolog Klinis untuk Dewasa yang memperoleh gelar sarjana dari Universitas Indonesia dan gelar profesional dari Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia. Ia juga meraih gelar Magister Manajemen Sumber Daya Manusia dari Bournemouth University di Inggris. Ia bekerja lebih dari 10 tahun di perusahaan besar, terutama di bidang Sumber Daya Manusia dan Komunikasi, sebelum memutuskan untuk mengejar gelar profesional di bidang psikologi.
Dalam sesi konseling/terapinya, ia menerapkan pendekatan berdasarkan prinsip-prinsip Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dan Terapi Perilaku Dialektis (DBT). Kliennya meliputi remaja hingga lansia yang menghadapi masalah terkait stres, kecemasan, depresi, hubungan, keluarga, dan kedukaan. Ia juga memimpin Employee Assistance Program (EAP) di PION.
Aushi adalah seorang Psikolog Klinis Dewasa yang memiliki kepedulian mendalam terhadap pemulihan trauma dan ketahanan emosional. Ia meraih gelar magister dari Universitas Gadjah Mada serta gelar sarjana dari Universitas Indonesia. Dengan latar belakang pendidikannya, Aushi berkomitmen untuk membantu individu dalam memproses pengalaman masa lalu, meraih kembali kesejahteraan mereka, dan melangkah maju dengan lebih kuat.
Pendekatan terapinya berbasis metode yang telah terbukti secara ilmiah, termasuk Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Client-Centered Therapy (CCT), dan Transpersonal Regression Therapy (TRT). Aushi banyak bekerja dengan klien yang menghadapi trauma, mati rasa emosional, kedukaan, burnout, kecemasan, serangan panik, fobia, prokrastinasi, serta dinamika hubungan yang kompleks—baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Dengan gaya yang hangat, empatik, dan komunikatif, Aushi menciptakan ruang yang aman bagi klien untuk menjalani proses pemulihan sesuai dengan ritme mereka sendiri. Ia meyakini bahwa penyembuhan bukan hanya tentang mengatasi masa lalu, tetapi juga tentang menumbuhkan pertumbuhan diri dan penerimaan diri untuk masa depan yang lebih bermakna.
Silvyana Hianto, M.Psi., Psikolog
regulasi emosi), kesulitan belajar, dan relasi orang tua-anak., Depresi, Kecemasan, Isu parenting, Perkembangan anak
Silvy adalah Psikolog Pendidikan lulusan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Silvy memiliki minat pada perkembangan anak dan remaja, serta relasi mereka dengan orang tuanya. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang, meskipun terdapat hambatan dalam periode perkembangannya. Bidang minat Silvy meliputi masalah perkembangan, kesulitan belajar, masalah sensorik pada anak-anak, regulasi emosi, dan hubungan orang tua-anak.
Dalam membantu kliennya, Silvy menggunakan pendekatan humanistik dan terapi kognitif perilaku. Silvy juga telah mengambil pelatihan Theraplay level one dari Theraplay Institute, Chicago dan menerapkan intervensi prinsip theraplay dalam memberikan psikoedukasi kepada orangtua maupun guru. Selain kegiatannya di klinik, Silvy juga aktif dalam kegiatan sosial yang berkaitan dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental.
Gilberta Permata Mahanani, M. Psi., Psikolog
Stres Kerja, Pasangan dan Keluarga, Pengalaman Traumatis, Psikologi Kesehatan, Kecemasan
Sebagai Psikolog Klinis Dewasa, Gilberta Permata Mahanani, atau yang kerap disapa Gilby, telah mendampingi banyak individu yang berjuang menghadapi stres pekerjaan, quarter-life crisis, dinamika pasangan dan keluarga, hingga tantangan dalam kesehatan mental perinatal.
Pengalamannya yang luas—mulai dari praktik di rumah sakit, kolaborasi dengan perusahaan melalui Employee Assistance Program (EAP), hingga klinik—membekali Gilby dengan perspektif yang kaya dalam memahami berbagai kondisi psikologis kliennya. Ia mengadaptasi berbagai pendekatan terapi, seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Emotionally Focused Therapy (EFT), dan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT), untuk membantu klien menemukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain praktik konseling, Gilby juga aktif berbagi wawasan mengenai kesehatan mental melalui berbagai forum dan sesi edukasi.
Claudya Carolina, M.Psi., Psikolog
Masalah Akademis/Kognitif, Kecemasan, Depresi, dan Trauma Psikologis
Claudya adalah seorang Psikolog Klinis Anak dan Remaja yang berdedikasi dan memperoleh gelar sarjana dan master dari Universitas Indonesia. Ia memiliki spesialisasi dalam menangani berbagai tantangan psikologis pada anak dan remaja, termasuk gangguan perkembangan saraf, kesulitan akademis dan kognitif, kecemasan, depresi, dan trauma. Claudya sangat berpengalaman dalam mendukung individu muda yang pernah mengalami perundungan, kekerasan seksual, atau kekerasan dalam rumah tangga, membantu mereka menavigasi perjalanan penyembuhan mereka.
Pendekatan terapeutiknya menggabungkan Terapi Perilaku Kognitif (CBT), Terapi Perilaku Dialektis (DBT), dan Pelatihan Keterampilan Sosial, dan dia juga terampil dalam melakukan terapi berbasis kelompok. Selain praktik klinisnya, Claudya memiliki hasrat yang kuat untuk melakukan penelitian psikologis, yang berkontribusi pada kemajuan intervensi kesehatan mental untuk anak-anak dan remaja.
Stefanus Suryono, M.Psi., Psikolog
Pengembangan karier, minat dan bakat untuk penjurusan, manajemen diri, permasalahan remaja dan dewasa awal
Stefanus Suryono adalah seorang Psikolog Pendidikan dengan latar belakang akademik dari Universitas Gadjah Mada. Dengan pengalaman 5 tahun di bidang pendidikan dan 2.5 tahun di dunia korporat, Stefanus memiliki pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi individu dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka. Ketertarikannya pada isu-isu karier, manajemen stres, dan pengembangan diri membentuk pendekatannya dalam mendampingi klien. Dengan memadukan prinsip CBT dan Solution-Focused, ia membantu klien mengenali potensi diri serta menemukan strategi yang efektif untuk menghadapi tantangan hidup.
Wulan merupakan seorang psikolog klinis dewasa yang memperoleh gelar profesinya dari Universitas Indonesia. Sebelumnya ia juga menempuh pendidikan magister sains di King's College London.
Sejauh ini Wulan banyak menangani keluhan terkait stress, burnout, gangguan kecemasan, gangguan depresi, self - harm, psikosis dan topik - topik pengembangan diri, khususnya pada klien remaja akhir, dewasa muda, dan karyawan perkantoran. Di dalam sesi terapinya, ia menerapkan evidence-based treatment yang disesuaikan dengan kebutuhan klien. Pendekatan yang biasa digunakan melibatkan prinsip - prinsip dari CBT (Cognitive Behavior Therapy) dan MBCT (Mindfulness-based Cognitive Therapy).
Wulan juga memiliki ketertarikan dan sejumlah pengalaman bekerja dengan klien dari budaya yang berbeda. Saat ini ia aktif memberikan layanan psikologis bagi komunitas pengungsi dan pencari suaka internasional di bawah UNHCR, serta pernah bekerja sebagai mental health care support worker di Sri Lanka dan Bali.
Nania Permatasari, M.Psi., Psikolog
Parenting, Relationship, Emotion, Pre-Marriage, Career, Personal Development
Nania Permatasari adalah seorang Psikolog Klinis Dewasa yang juga berperan sebagai pengajar dan asesor. Ia memiliki keahlian dalam berbagai isu psikologis, terutama yang berkaitan dengan hubungan interpersonal, persiapan pernikahan, keluarga dan parenting, stres, depresi, kecemasan, serta pengembangan diri dan karier. Dalam setiap sesi konsultasinya, Nania berusaha membantu klien memahami diri mereka lebih dalam dan menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dr. Tjoeng Steven, Sp.KJ
Psikoterapis, Gangguan Mood, Stress Management, Personality Disorder, Trauma Process
dr. Tjoeng Steven, Sp.KJ adalah seorang psikiater, psikoterapis, dan life coach bersertifikat dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam bidang kesehatan jiwa. Ia menempuh pendidikan spesialis kedokteran jiwa di Universitas Sebelas Maret, tempat ia mengembangkan minat mendalam dan keahlian dalam psikoterapi integratif, khususnya dalam penanganan gangguan kepribadian.
dr. Steven telah tersertifikasi dalam berbagai pendekatan psikoterapi, termasuk Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Dialectical Behavior Therapy (DBT), Schema Therapy, Psychodynamic Psychotherapy, serta pelatihan Life Coaching. Kombinasi keahlian ini memberinya kerangka intervensi yang luas dan fleksibel dalam membantu pasien dengan kompleksitas psikologis yang beragam.
Dikenal atas pendekatannya yang penuh empati dan personal, ia telah menangani berbagai isu kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, dan berbagai bentuk gangguan kepribadian. Ia meyakini bahwa perawatan kesehatan jiwa harus bersifat holistik—mengintegrasikan manajemen farmakologis, intervensi psikoterapis yang tepat guna, serta perubahan gaya hidup untuk mencapai pemulihan yang utuh dan berkelanjutan.
Di luar praktik klinis, dr. Steven adalah pendiri dan fasilitator komunitas Ruang Hati, sebuah wadah edukatif dan suportif yang bertujuan memberdayakan individu dalam proses pemulihan psikologis mereka. Melalui komunitas ini, ia aktif mempromosikan literasi kesehatan mental dan membangun jejaring dukungan yang inklusif.
Sebagai seorang pribadi, ia menghayati praktik mindfulness dalam kehidupan sehari-hari, serta senantiasa mengeksplorasi berbagai pendekatan intervensi psikologis dan teknologi mental modern. Ia memiliki komitmen kuat untuk menghapus stigma terhadap gangguan jiwa, serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan mental dalam masyarakat.
Sebagai ahli dalam dunia kesehatan mental, dr. Steven berdedikasi untuk mendampingi pasiennya dalam menjalani kehidupan yang lebih sehat, bermakna, dan utuh secara psikologis maupun spiritual.
Almira Devina, M. Psi., Psikolog
Psikolog Anak, Masalah Tumbuh Kembang Anak, Masalah Pengasuhan, Relasi Orangtua dan Anak, Masalah Emosi pada Anak dan Remaja, Relasi Keluarga
Almira adalah psikolog klinis anak lulusan Universitas Indonesia. Almira memiliki minat pada tumbuh kembang anak, bagaimana orang tua serta lingkungan dapat mengoptimalkan perkembangan anak, serta mendeteksi sedini mungkin masalah pada anak. Almira juga memiliki pengalaman dalam menangani masalah anak berkebutuhan khusus, pola asuh, relasi orangtua-anak, serta masalah emosi pada anak (seperti regulasi emosi, depresi, kecemasan, dan stres).
Sebagai upaya memahami dan membantu kliennya, Almira menggunakan pendekatan bermain untuk memahami klien anak lebih dalam. Dalam praktiknya Almira sering menggunakan pendekatan terapi kognitif-perilaku dan modifikasi perilaku. Almira juga aktif memberikan psikoedukasi pada orangtua dalam proses penanganan karena Almira percaya bahwa pengasuhan, penerimaan orangtua, serta relasi anak dan keluarga sangat berkaitan dengan perkembangan anak.
Ratu Rantilia Dwiputri, M. Psi., Psikolog
Hubungan Antar Pasangan (Pra-nikah dan Menikah), Pendekatan Berfokus Pada Komunikasi Dan Solusi Untuk Pasangan, Konseling Dengan Pendekatan Perilaku Kognitif
Ranti adalah Psikolog Klinis Dewasa yang memiliki ketertarikan dalam isu hubungan pasangan, cinta, persiapan pernikahan, dan dinamika keluarga, khususnya keluarga sambung (step-family). Ia menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, kemudian melanjutkan studi Magister Profesi Psikologi Klinis Dewasa di Universitas Padjadjaran.
Sebagai bagian dari risetnya, Ranti meneliti Konseling Pranikah sebagai metode untuk membantu pasangan lebih siap dalam menghadapi pernikahan, dengan fokus pada peningkatan keterampilan komunikasi. Ia juga mengikuti pelatihan terapi pasangan untuk mendukung intervensinya dalam membantu pasangan membangun hubungan yang lebih sehat. Selain itu, Ranti memberikan intervensi klinis bagi individu dewasa yang menghadapi berbagai tantangan psikologis.
Madasaina Putri, M.Psi., Psikolog
Pengasuhan, Tumbuh Kembang Anak, Masalah Remaja, ADHD, Autisme, Cemas, Keluarga, DIR Floortime, Pranikah, Brainspotting
Mada adalah Psikolog Klinis Anak yang memperoleh gelar sarjana dan magisternya dari Universitas Indonesia. Mada berpengalaman mendampingi orang tua dalam memahami profil unik anak, kemudian merancang strategi pengasuhan, strategi belajar, dan strategi pengembangan diri yang sesuai.
Dalam menyusun program stimulasi ataupun pengembangan diri untuk anak, pendekatan yang digunakan meliputi Rhymic Movement Training (RMTi), Kognitif-Perilaku (CBT), DIR Floortime, dan Family Therapy. Dalam intervensi yang dilakukan, Mada fokus untuk menguatkan pondasi rasa aman dalam relasi anak dengan orangtuanya, maupun relasi anak dengan individu lain di dalam keluarga.
Mada meyakini bahwa lingkungan yang sehat secara psikologis akan mendukung anak tumbuh dengan perkembangan emosi yang baik. Oleh sebab itu, Mada tidak hanya menangani klien anak dan remaja.
Mada juga membantu individu dewasa mengelola konflik selama menjalankan peran sebagai orang tua, pasangan, maupun anggota dalam keluarga. Pendekatan yang digunakan untuk membantu individu dewasa meliputi Brainspotting, CBT, DBT, dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis klien.
L. Sandi Witarso, M.Psi., Psikolog
Masalah Orang Dewasa, Skizofrenia, Psikoterapi Klinis
Psikolog atau yang akrab dipanggil Sandi adalah psikolog klinis dewasa lulusan dari Universitas Indonesia. Ia pernah menangani dan banyak belajar dari klien dengan gejala kecemasan, depresi dan trauma. Ia juga memiliki ketertarikan dengan psikoterapi klinis.
Tesisnya mengenai intervensi psikoedukasi bertujuan untuk mengelola caregiver burden pada pendamping orang dengan schizophrenia. Ia juga aktif mengikuti berbagai seminar dan komunitas yang berkaitan dengan schizophrenia.
Sandi terbuka untuk melayani klien dari rentang usia remaja hingga lanjut usia.
Tri Swasono Hadi, M.Psi., Psikolog
Masalah Hubungan, Emosi, Masalah Kepribadian atau Klinis lainnya, dan EMDR
Tri merupakan lulusan dari universitas indonesia sebagai Psikolog Klinis Dewasa. Tri menghabiskan hari-hari awal kariernya membangun bisnisnya sendiri dan menjadi penasihat di beberapa perusahaan dan lembaga sambil terus mengambil berbagai pelatihan dan kursus untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi.
Di klinik Pion Clinician, Tri adalah salah satu ahli yang berpengalaman dalam menangani hubungan orang dewasa yang meliputi kemarahan pasangan atau manajemen ego dan masalah kekerasan dalam rumah tangga. Pengalamannya yang luas, pengetahuan dan keterampilan dalam konseling pasangan membuatnya sering menjadi pembicara untuk memimpin sesi Psikologi Pra-Pernikahan.
Madelina Mutia, S. Psi, Psikolog
Leadership Psychology, Workplace Well-Being, Women’s Midlife & Menopause Transitions, Supporting professionals through stress, identity shifts, emotional transitions that shape life, relationships, career direction
Muti adalah seorang psikolog dewasa yang fokus pada psikologi kepemimpinan, hubungan antarorang dewasa, kesejahteraan emosional, dan transisi pertengahan usia pada wanita, termasuk aspek psikologis fase menopause. Ia lulus dari program psikologi profesional di Universitas Indonesia dan telah menghabiskan lebih dari satu dekade dalam peran senior di sebuah korporasi multinasional, memberikan paduan unik antara wawasan psikologis dan pemahaman kepemimpinan di dunia nyata.Latar belakangnya dalam perilaku organisasi dan dinamika tempat kerja memungkinkannya untuk mendukung klien yang menghadapi stres terkait pekerjaan, tantangan kinerja, konflik antarpersonal, kelelahan, dan pergeseran identitas profesional. Muti juga bekerja secara dekat dengan individu yang menghadapi pola hubungan, masalah komunikasi, dan tujuan pengembangan diri.Dia memiliki minat khusus dalam mendukung perempuan melalui transisi psikologis di tengah usia, termasuk perubahan emosional terkait menopause, pergeseran identitas, dan keseimbangan antara kesejahteraan pribadi, peran keluarga, dan tuntutan karier.Sebagai Pelatih Profesional Bersertifikat dan anggota aktif Asosiasi Psikologi Indonesia (HIMPSI), Muti mengintegrasikan percakapan terapeutik berbasis bukti, kerangka kerja coaching, dan praktik reflektif untuk membantu klien memperoleh kejelasan, membangun ketahanan emosional, dan menciptakan tindakan yang selaras dalam kehidupan pribadi atau profesional mereka.
Rebeka Pinaima, M.Psi., Psikolog
Manajemen Stress, Hubungan, Keluarga, Pra-nikah dan Pernikahan
Rebeka Pinaima, M. Psi. adalah Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Atma Jaya Jakarta. Ia memiliki minat dalam area Pengembangan Diri, Relasi/Hubungan, Cinta, Pasangan dan Pernikahan, Dinamika dalam Keluarga, dan Intervensi/Psikoterapi Klinis.
Ia menuliskan tesisnya mengenai "Solution Focused Pre-Maritial Counseling" karena rasa ketertarikannya untuk membantu pasangan muda dalam mengenali dan menumbuhkan kekuatan mereka sebagai pasangan. Ia juga senang mengajar anak dan remaja dalam seminar dan workshop terkait minatnya. Selain praktik sebagai psikolog, ia juga aktif bekerja sebagai associate asesor dan trainer.
Rayi Tanjung Sari, M.Psi., Psikolog
Parenting, Speech Delay, Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus
Rayi Tanjung Sari, M. Psi, Psikolog yang biasa dipanggil Rayi adalah Psikolog Klinis Anak lulusan Universitas Indonesia. Rayi memiliki ketertarikan yang besar pada dunia anak, terutama pada perkembangan anak dan anak berkebutuhan khusus
Rayi tertarik pada intervensi psikologis berbasis bermain. Rayi telah mengambil pelatihan Theraplay Level One dan Level Two, ia dalam lingkup praktik pribadinya dapat menerapkan intervensi psikologis berdasarkan prinsip Theraplay. Ia juga adalah salah satu pendiri Theraplay Indonesia.
Selain aktif praktik sebagai psikolog di PION Clinician, ia juga praktik di Klinik Kancil. Ia juga memberikan waktu praktiknya di Sekolah Cakra Buana dan My Playmall Child Care & Preschool. Di waktu luangnya Rayi senang menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan teman-temannya.
Kadek Widya Gunawan, M.Psi., Psikolog
Emotional Problems (Anxiety, Depression), Romantic Relationships, Sexual & Gender-based Violence (SGBV), Psychological Trauma, and Behavioral Addiction.
Widy merupakan seorang psikolog klinis dewasa lulusan Universitas Indonesia. Ia memiliki pengalaman dan ketertarikan pada isu-isu remaja dan dewasa muda, seperti permasalahan emosi (meliputi: kecemasan dan depresi), permasalahan terkait relasi romantis, sexual and gender-based violence (SGBV), trauma psikologis, serta adiksi perilaku (seperti: adiksi judi, internet, videogame, pornografi, dan seksual). Selain itu, Widy juga berpengalaman dalam membantu pengembangan diri, baik pada remaja maupun dewasa muda, seperti memberikan pelatihan tentang mindfulness (meliputi: mindful couple, mindfulness in daily living, iamindfulness in the workplace), self-love, dan self-compassion
Widy menerapkan prinsip-prinsip motivational interviewing, <i>Cognitive Behavioral Therapy</i> (CBT), <i>Acceptance and Commitment Therapy</i> (ACT), <i>Mindfulness-based Cognitive Therapy</i> (MBCT), serta healing inner child untuk membantu klien menghadapi permasalahan yang dialami. Saat ini Widy aktif dalam memberikan konsultasi kesehatan mental kepada pengungsi dan pencari suaka internasional yang ada di bawah naungan organisasi UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees). Sebelumnya Widy juga pernah bekerja sebagai couple counselor dan mindfulness coach
<p>Arina merupakan Psikolog Klinis Dewasa yang menyelesaikan pendidikan sarjana dan profesinya di Universitas Indonesia. Sejak kuliah dulu, ia memiliki minat terkait hubungan romantis, keluarga, dan isu-isu psikologis dalam infertilitas-maternitas karena ia meyakini bahwa merencanakan dan membangun keluarga yang kokoh dan sehat merupakan pondasi kesejahteraan psikologis seorang individu.</p>
<p>Saat ini, ia aktif berpraktek. Ia banyak menangani klien dengan permasalahan relasi, hubungan romantis, keluarga, infertilitas-materintas, kedukaan (grief), berbagai isu kesehatan mental, dan permasalahan-permasalahan orang dewasa secara umum. Ia juga menangani EAP (Employee Assistance Program). Ia biasanya menggunakan terapi berbasis kognitif seperti CBT (Cognitive Behaviour Therapy), MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy), dan ACT (Acceptance and Commitment Therapy) dalam menangani klien.</p>
Dian lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sebagai psikolog klinis. Dia telah menyelesaikan gelar doktoral dan memiliki karir 16 tahun yang sangat memuaskan sebagai psikolog klinis, mengajar, konseling, mengawasi dan mengelola. Selain sebagai psikolog, Dian bekerja sebagai dosen di universitas ternama dan menikmati perannya dalam mengajar dan menjadi dosen mahasiswa psikologi.
Dia mengajar Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis, dan Metode Observasional dan Wawancara, serta Psikologi Gender. Dian terdaftar di Ikatan Psikologi Klinis - IPK (Asosiasi Psikologi Klinis) dan merupakan anggota penuh dari Masyarakat Psikologi Indonesia (Himpunan Psikologi Indonesia - HIMPSI).
Dian memiliki pengalaman dengan berbagai klien di berbagai bidang seperti depresi, kecemasan, trauma, kesedihan dan masalah perilaku pada orang tua. Selain itu, ia memiliki pengalaman bekerja dengan pasangan yang mengalami kesulitan hubungan. Dia lebih suka menggunakan intervensi berbasis bukti seperti terapi penerimaan dan komitmen (ACT), serta paradigma lain (seperti terapi skema dan pendekatan transpersonal) yang terbukti mempromosikan manfaat dalam fungsi, kepercayaan, dan kesejahteraan seseorang.
Dian berupaya menciptakan hubungan terapeutik yang kuat dengan klien dengan tujuan membantu mereka mencapai kehidupan yang kaya dan bermakna.
Tari Sandjojo, S.Psi., Psikolog
Coaching Conversation for Career & Burnout Issues, Coaching for Conflict Resolution & Team Building, Coaching for Parenting Teens
Tari adalah psikolog lulusan summa cum laude dari Universitas Indonesia, dengan fokus pada pengembangan anak, dan remaja, serta dinamika keluarga. Perjalanan profesionalnya selama 25 lebih diperkaya oleh pengalaman kepemimpinan di dunia pendidikan, termasuk perannya sebagai direktur akademik dan ketua yayasan dari sebuah sekolah nasional. Pengalamannya inilah yang membentuk pemahamannya terhadap pertumbuhan individu dan organisasi secara berkelanjutan.
Tari juga menekuni bidang coaching dan telah tersertifikasi sebagai coach profesional melalui Coaching Indonesia. Ia juga berkontribusi sebagai konsultan pedagogis di Matata Edukasi Inovasi.
Komitmennya terhadap kesehatan mental dan pendidikan tercermin dalam inisiatif My Good Companion dan berperan sebagai anggota Badan Akreditasi Nasional (BAN) yang aktif. Minatnya ada pada bidang pengembangan anak dan remaja, pendidikan, pengembangan diri remaja, pola asuh orangtua, manajemen, dan coaching profesional.
Gracia adalah seorang Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Indonesia yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap pertumbuhan pribadi dan berbagai peran yang dijalani seseorang dalam hidup. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki harapan dan potensi untuk menjalani kehidupan yang bermakna, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan di sepanjang perjalanan. Dalam praktiknya, Gracia berkolaborasi dengan klien untuk mengenali potensi diri dan memperkuat sumber daya yang mereka miliki. Ia mengadaptasi pendekatan berbasis bukti, seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Dialectical Behavior Therapy (DBT), serta Acceptance and Commitment Therapy (ACT), guna membantu klien mengelola emosi dan membangun resiliensi. Selain berpraktik sebagai psikolog, Gracia juga aktif sebagai associate assessor, trainer, serta pembicara dalam berbagai seminar mengenai kesehatan mental.
Ratih Zulhaqqi, M. Psi., Psikolog
Kesejahteraan Anak, Kesejahteraan Keluarga, Rhytmic Movement Training
Ratih Zulhaqqi, M.Psi., Psikolog, lulus Profesi Psikologi dari Universitas Indonesia. Setelah lulus, saat ini aktif dalam praktik klinis. Ratih dikenal sebagai psikolog yang antusias, terampil, dan berdedikasi, dengan pengalaman mumpuni dalam mendampingi serta menjaga kesejahteraan anak, remaja, dan keluarga. Ia menggunakan terapi psikologi klinis (terapi terpadu) dan RMT (Rhythmic Movement Training) untuk membantu klien mengatasi dan menyelesaikan hal-hal yang mereka anggap sebagai masalah/halangan/tantangan.
Nurul Annisa, M.Psi., Psikolog
Parenting, Masalah Belajar & Sekolah, Pengembangan Diri Bagi Remaja, Anak Berkebutuhan Khusus, and Tes Psikologi (Kesiapan Sekolah, Tes Minat Bakat)
Psikolog Klinis Anak lulusan Magister Profesi Psikologi Klinis Anak Universitas Indonesia. Memiliki minat dalam tumbuh kembang anak, anak berkebutuhan khusus, pola asuh, serta tantangan dalam proses belajar dan pendidikan, termasuk kesiapan sekolah dan minat-bakat.
Untuk mendukung intervensi bagi anak dengan gangguan fungsi sosial, terutama anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), ia telah mendapatkan sertifikasi DIR Floortime Therapy. Selain praktik di klinik, ia juga aktif sebagai psikolog sekolah, membantu anak-anak mencapai potensi terbaiknya dalam lingkungan pendidikan.
Apakah anda ingin keluar ?
Invite Client
Session:
Client Email:
Client Name:
Additional Message:
Untuk dapat memulai percakapan silahkan menekan tombol chat dibawah ini