Dengan perkembangan zaman saat ini, kita bisa mendapatkan berbagai informasi dan memenuhi kebutuhan kita secara cepat melalui teknologi. Sehingga kita menjadi terbiasa untuk terus bergerak, terus mencari, terus berkembang. Pernahkah Pioneers merasa bahwa waktu bergerak sangat cepat saat ini? Ya, hustle living membuat kita yakin bahwa hal penting dalam hidup adalah mencapai tujuan pribadi dengan bekerja dan bergerak secara terus menerus. Dalam budaya hustle living, istirahat dianggap sebagai aktivitas tidak produktif yang seringkali dikesampingkan, terutama oleh generasi saat ini yang ingin mengejar berbagai hal dalam hidup dan merasa bahwa istirahat hanyalah aktivitas tidak berarti yang membuat waktu kita terbuang. Istirahat yang dianggap bukan kegiatan produktif membuat kita merasa bersalah ketika melakukannya dan membuat istirahat tidak membuat kita merasa tenang dan segar, namun membuat kita merasa cemas dan bersalah.
Selain itu, apakah Pioneers pernah juga merasa lelah, merasa tidak ada tenaga, dan tidak fokus walaupun rasanya sudah tidur? Atau Badan terasa sangat lelah namun tidak dapat tidur sehingga akhirnya terus menerus merasa lelah? Atau juga mungkin merasa sudah berhasil melalui berbagai kesulitan sehari-hari namun tubuh rasanya sangat lelah dan merasa cemas atau lebih sensitif dan mudah marah? Bisa jadi ini adalah tanda-tanda Pioneers mengalami kelelahan mental (mental fatigue) dan selama ini bisa bertahan karena berada pada mode bertahan atau survival mode. Mode bertahan adalah salah satu metode pertahanan diri yang dilakukan saat Pioneers berada dalam kondisi stres kronis. Kondisi yang menegangkan dan menuntut Pioneers untuk produktif dan selalu nampak baik-baik saja di depan orang lain. Akhirnya secara tidak sadar Pioneers merasa lelah dan hanya menggunakan sisa tenaga yang ada untuk dapat bertahan hidup sehingga tetap produktif dan terasa berarti.
Salah satu cara untuk dapat kembali bertenaga, termotivasi, dan bangkit dari rasa lelah yang kita rasakan adalah dengan beristirahat. Tahukah kalian, bahwa istirahat adalah aktivitas yang sangat berperan dalam membawa Pioneers menuju keberhasilan?
Berbagai penelitian menemukan bahwa istirahat adalah komponen dasar yang dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Berbagai tokoh dunia seperti Charles Darwin dan Winston Churchill selalu menyelipkan waktu-waktu istirahat di tengah kesibukan mereka. Otak manusia tidak diciptakan untuk bekerja dengan kapasitas maksimal terus menerus seperti komputer. Otak manusia memerlukan waktu istirahat untuk memproses informasi, menyelesaikan masalah, dan meningkatkan pola pikir kreatif. Selama istirahat, terutama tidur, otak menjalankan proses penting, yaitu menggabungkan berbagai ingatan dan mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan lama yang sudah ada sebelumnya. Selain itu Pioneers, istirahat juga mempengaruhi kesejahteraan psikologis kita dengan menurunkan stres dan kelelahan emosi. Kerja atau aktivitas terus menerus tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan burnout yang ditandai dengan stres kronis, lelah emosi, menurunnya konsentrasi, sulit tidur, hingga menurunkan kinerja keseharian. Istirahat dapat membuat kita merasa tenang dan pulih. Bukan hanya memperbaiki mood dan menjaga stabilitas emosi, namun juga untuk membuat keputusan secara lebih efektif. Merupakan hal penting untuk dipahami bahwa istirahat bukan hanya tidur atau tidur singkat (napping), walaupun tidur singkat atau nap memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan fungsi kognitif dan mood. Nap juga disebut power nap yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan kinerja. Tanpa tidur yang cukup, kemampuan kognitif, regulasi emosi, dan kesehatan fisik akan menurun secara signifikan.
Istirahat yang dapat dilakukan juga mencakup berbagai aktivitas yang dapat menenangkan tubuh dan pikiran kita seperti melakukan hobi. Melakukan hobi, olahraga atau aktivitas santai dapat menyegarkan tubuh dan pikiran kita. Beberapa contoh aktivitas menyegarkan yang dapat dilakukan adalah berjalan santai, bertanam, bermain musik, bernyanyi, menggambar, atau hobi lain yang kita suka lakukan. Di tengah kesibukan aktivitas, kita dapat melakukan istirahat rutin harian mencakup istirahat kecil atau micro breaks. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melakukan micro breaks selama 5-10 menit setiap 1-3 jam untuk menjaga mental tetap fokus dan mencegah burnout. Aktivitas yang dapat dilakukan seperti melakukan peregangan, berjalan keliling ruangan, berlatih relaksasi pernapasan. Buatlah reminder untuk melakukan micro breaks ini. Selain micro breaks, Pioneers dapat menjadwalkan aktivitas istirahat secara harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Istirahat harian dapat berupa melakukan olahraga ringan setelah aktivitas kerja atau sekolah atau adanya waktu “bebas gadget” selama 1 jam sebelum tidur untuk menenangkan pikiran. Istirahat mingguan dapat dilakukan ketika kita libur, dengan menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan, berkumpul bersama teman atau keluarga, hiking, atau aktivitas lain. Istirahat tahunan dapat disesuaikan dengan waktu cuti yang dimiliki untuk berlibur dengan mendatangi tempat yang belum atau jarang dikunjungi untuk berburu kuliner atau menikmati suasana alam yang berbeda.
Istirahat bukanlah aktivitas yang tidak produktif, namun salah satu cara kita mengisi ulang baterai tubuh kita, baik secara fisik maupun mental sehingga kita dapat tetap produktif dan kreatif.
Yuk, jadwalkan waktu istirahatmu mulai dari sekarang, Pioneers!
Referensi: